Pesan Khotib

Hari ini jum’at seperti biasa, sebagai seorang muslim laki-laki, Ku langkahkan kaki ke masjid berniat melaksanakan kewajiban shalat jum’at. kali ini saya akan menshare pesan-pesan agama yang disampaikan oleh khatib, semoga bisa dijadikan sebagai bahan renungan.
Dalam khutbah khatib menukil sebuah perkataan ulama islam ibnu sina yang terkenal dengan ilmu thib nya atau ahli dalam bidang kedokteran. Ibnu sina mengatakan “ 3 macam model orang beragama.
Pertama: orang yang beragama seperti model hubungan buruh dengan majikan, bagaimanakah buruh itu? ucap khotib dengan nada tanya??
Mereka hanya melakukan suatu pekerjaan apabila ada perintah dari majikannya. Ada orang yang beragama, mereka baru mengerjakan perintah allah apabilah ada yang menyuruhnya, apabila tidak ada yang menyuruhnya mereka tidak melakunkannya. Tentulah tingkatan awal ini yang paling rendah diantara 3 model orang yang beragama

Kedua: orang yang beragama seperti model hubungan pembeli dan penjual. Bagaimana model semacam ini? Tentu apabila melihat pembeli atau penjual mereka bertransaksi atau melakukan pekerjaan itu apabila ada keuntungan. Apabila tidak ada keuntungan maka mereka tidak melakukan proses jual beli. Orang yang beragama seperti ini baru melakukan perintah Allah apabila ada yang mereka inginkan. Sebagai contoh banyak kandidat yang meyumbang ke masjid-masjid ketika mendekati pilkada. Mereka baru melakukan itu ketika  mereka menginginkan sesuatu yaitu agar dapat menarik simpati atau suara masyarakat agar terpilih.

Ketiga: orang yang beragama seperti model hubungan ibu dan anak. Bagaimana ibu dalam mengurus anak-anaknya tampa menharapkan imbalan. Dengan sabar ibu mengandung, melahirkan dan membesarkan, itu semua karena didasari dengan perasaan sayang dan cinta. Dan mungkin inilah yang diharapkan. Yaitu melaksanakan segala perintah allah dengan pondasi cinta maka segala ritual ibadah yang kita lakukan tidak terasa berat tapi menjadi sebuah kebutuhan.  

Dalam al-qur’an dikatakan:
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Diayat tersebut dikatakan jika kamu mencintai allah maka ikutilah aku, jadi mengikut kepada nabi untuk melaksanakan perintah allah seharusnya dengan pondasi atau dasar cinta kepada allah
Dilihat dari zaman sekarang banyak yang identitasnya islam tapi moral tidak mencerminkan dari nilai agamanya. Seperi pejabat yang mengaku islam tetapi korupsi. Padahal bukan ini yang diharapkan nabi sallallahu alaihi wasallam nabi mengajarkan bagaimana ritual agama yang kita lakukan tidak sekedar ritual saja kemudian selesai tetapi yang diajarkan beliau adalah bagaimana ritual agama itu mampu teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Itulah yang aku bisa tangkap dari khutbah yang disampaikan oleh khatib, semoga bisa menjadi renungan kita bersama. Pertanyaan besar yang perlu kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, dimanakah posisi kita dalam beragama sesuai tingakatan beragama yang diutarakan oleh ibnu sina???




Tidak ada komentar:

Posting Komentar