Menuntut Ilmu Adalah Jalan Surgaku

Hadits diatas tidak asing lagi didengar oleh masyarakat, terlebih bagi para penuntut ilmu. Dengan tidak menggali lebih dalam makna hadits yang disampaikan oleh nabi saw diatas, tampa terjung langsung mengalami hadits tersebut, maka banyak orang akan mengatakan “kalau ingin masuk surga enak ya…?, atau mereka mengatakan “meraih surga itu mudah”.
Itu adalah anggapan atau pemahaman yang dangkal tentang surga allah,
penulis sendiri ketika membaca hadits ini, terbesik pertanyaan dalam hati, “ apakah semudah itu mendapatkan surga..?”
setelah sekian lama pertanyaan itu terpendam tampa menemukan jawaban, akhirnya terjawab, setelah menduduki bangku kuliah sebagai mahasiswa di salah satu universitas islam negeri di Indonesia, dengan melihat teman seperjuangan dalam memperjuangkan title mahasiswa, dengan melihat berat perjuangan untuk memenuhi harapan orang tua, dengan.....dengan....
Bermacam-macam aral rintangan yang menghampiri setiap mahasiswa, banyak yang mampu bertahan sampai kembali ke daerah masing-masing dengan menyandang title serjana, tapi yang membuat hati haru akan kesedihan, tidak sedikit teman mahasiswa yang putus ditengah jalan, bahkan bisa dikatakan baru kemarin menginjakkan kaki di kampus, esok telah tiada alias gagal dalam pencarian kemudahan surga itu.
Disitulah baru aku terbangun dalam pertaanyaan yang lama mengkarat dalam hati. Seakan semua teramplas bersih dengan melihat dan mengalaminya sendiri. Maha bersih surgamu ya..allah sehingga yang akan masuk kedalamnya hanya orang-orang bersih pula, yaitu orang pilihan yang sanggup mengahadapi tantangan dan cobaan sebagai pembersih bagi semua kesalahan dan khilaf, agar bisa diterima sebagai tamu dan penghuni surga.
Ekonomi, cinta, dan penyakit inilah tiga penyebab yang banyak membuat penuntut ilmu lengser dari rell ilmu alias stop. Tidak sedikit orang yang mampu menghadapi cobaan atau tantangan itu, walaupun dengan melakukan segala macam cara untuk menghadapinya, agar bisa kuliah ataupun melanjutkan kuliah mereka.
Ekonomi? itulah penyebab pertama, dengan sebab inilah yang membuat banyak penuntut ilmu berhenti ditengah jalan, bahkan beruntunglah bisa dikatakan berhenti ditengah jalan, yang lebih mengharukan lagi, ada diantara mereka tidak sanggup menginjakkan kaki di perkuliahan, jangankan satu hari, satu jampun tidak pernah merasakan kehangatan di kelas bersama dengan teman-teman mahasiswa dan dosen. Mereka setelah lulus dari SMA atau pesantren, tidak ada pilihan baginya, mau tidak mau mereka sudah harus berjuang melawan panas teriknya matahari dan dinginnya malam demi tidak bergangtung lagi kepada orang atau untuk membantu pemasukan keluarganya.
Tetapi, berbanding terbalik dari keadaan diatas, dengan sebab ekonominya yang serba kekurangan, ada pula yang mampu meraih kesuksesan, faktor ekonomi yang serba kurang tidak menghalanginya untuk meraih kesuksesan yang mereka cita-citakan. Bahkan menjadikan sebab itu sebagai fill spirit untuk berbrestasi. Mereka rela melakukan apapun untuk menutupi biaya pendidikan mereka. Mereka mengamen, berjualan koran, memulung dan banyak lagi, asal mereka tetap lanjut belajar. Banyak sekali contoh yang dapat dilihat dalam kasus seperti ini.-penemu linux,

 Akhirnya, untuk mengahkhiri tulisan yang pendek ini dan kocar-kacir ini….he..he..(maklum baru belajar), yang dapat saya katakan, sesungguhnya dibalik sebuah kesusahan atau masalah ada kemudahan yang menyertainya, jika kita sabar dalam menghadapi masalah apapun dalam menuntut ilmu. Tidak menjadikan masalah sebagai problem tapi menjadikannya sebagai tantangan, maka kesuksesan akan semakin mendekati kita, jika kita sabar dalam menghadapi kehidupan dunia yang serba tantangan, maka syurga akan mendekati kita….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar