setelah sekian lama pertanyaan itu terpendam tampa menemukan
jawaban, akhirnya terjawab, setelah menduduki bangku kuliah sebagai mahasiswa
di salah satu universitas islam negeri di Indonesia, dengan melihat teman
seperjuangan dalam memperjuangkan title mahasiswa, dengan melihat berat
perjuangan untuk memenuhi harapan orang tua, dengan.....dengan....
Bermacam-macam aral rintangan yang menghampiri setiap
mahasiswa, banyak yang mampu bertahan sampai kembali ke daerah masing-masing
dengan menyandang title serjana, tapi yang membuat hati haru akan kesedihan,
tidak sedikit teman mahasiswa yang putus ditengah jalan, bahkan bisa dikatakan
baru kemarin menginjakkan kaki di kampus, esok telah tiada alias gagal dalam
pencarian kemudahan surga itu.
Disitulah baru aku terbangun dalam pertaanyaan yang
lama mengkarat dalam hati. Seakan semua teramplas bersih dengan melihat dan
mengalaminya sendiri. Maha bersih surgamu ya..allah sehingga yang akan masuk
kedalamnya hanya orang-orang bersih pula, yaitu orang pilihan yang sanggup
mengahadapi tantangan dan cobaan sebagai pembersih bagi semua kesalahan dan
khilaf, agar bisa diterima sebagai tamu dan penghuni surga.
Ekonomi, cinta, dan penyakit inilah tiga penyebab yang banyak membuat penuntut ilmu lengser dari rell ilmu alias stop. Tidak sedikit orang yang mampu menghadapi cobaan atau tantangan itu, walaupun dengan melakukan segala macam cara untuk menghadapinya, agar bisa kuliah ataupun melanjutkan kuliah mereka.
Ekonomi, cinta, dan penyakit inilah tiga penyebab yang banyak membuat penuntut ilmu lengser dari rell ilmu alias stop. Tidak sedikit orang yang mampu menghadapi cobaan atau tantangan itu, walaupun dengan melakukan segala macam cara untuk menghadapinya, agar bisa kuliah ataupun melanjutkan kuliah mereka.
Ekonomi? itulah penyebab pertama, dengan sebab inilah
yang membuat banyak penuntut ilmu berhenti ditengah jalan, bahkan beruntunglah
bisa dikatakan berhenti ditengah jalan, yang lebih mengharukan lagi, ada
diantara mereka tidak sanggup menginjakkan kaki di perkuliahan, jangankan satu
hari, satu jampun tidak pernah merasakan kehangatan di kelas bersama dengan
teman-teman mahasiswa dan dosen. Mereka setelah lulus dari SMA atau pesantren,
tidak ada pilihan baginya, mau tidak mau mereka sudah harus berjuang melawan
panas teriknya matahari dan dinginnya malam demi tidak bergangtung lagi kepada
orang atau untuk membantu pemasukan keluarganya.
Tetapi, berbanding terbalik dari keadaan diatas,
dengan sebab ekonominya yang serba kekurangan, ada pula yang mampu meraih
kesuksesan, faktor ekonomi yang serba kurang tidak menghalanginya untuk meraih
kesuksesan yang mereka cita-citakan. Bahkan menjadikan sebab itu sebagai fill
spirit untuk berbrestasi. Mereka rela melakukan apapun untuk menutupi biaya
pendidikan mereka. Mereka mengamen, berjualan koran, memulung dan banyak lagi,
asal mereka tetap lanjut belajar. Banyak sekali contoh yang dapat dilihat dalam
kasus seperti ini.-penemu linux,
Akhirnya, untuk mengahkhiri tulisan yang pendek
ini dan kocar-kacir ini….he..he..(maklum baru belajar), yang dapat saya
katakan, sesungguhnya dibalik sebuah kesusahan atau masalah ada kemudahan yang
menyertainya, jika kita sabar dalam menghadapi masalah apapun dalam menuntut
ilmu. Tidak menjadikan masalah sebagai problem tapi menjadikannya sebagai
tantangan, maka kesuksesan akan semakin mendekati kita, jika kita sabar dalam
menghadapi kehidupan dunia yang serba tantangan, maka syurga akan mendekati
kita….






Tidak ada komentar:
Posting Komentar