Mengapa ikut ODOP? Ya… ini salah
satu tantangan yang diberikan kapada kami yang tergabung dalam sebuah Group
yang bernama ODOP. Jadi kali ini ana (red:saya) dalam postingan ini
ingin berbagi cerita asal muasal kenapa bisa masuk dalam goup ini. Soalnya ini
bukan instan layaknya indomie, banyak lika-liku perdapatan yang harus
terlewati. Waduh jadi lebay, sorry ana bukan salah satu orang lebay ya.. Jadi
ceritanya begini….
Di sebuah Group WA organisasi
yang ana ikuti ada sebuah iklan datang. Iklan itu tentang ODOP. Jujur awalnya
ana tidak tahu ini group apa? Ana kira ODOP, itu tu… yang di suruh ngafal ayat
setiap hari. Misalnya yasin…. Tu sudah satu ayat, hari berikutnya wal-Qur’anil
adzim, dan seterusnya. (bukan iklan ya, ana g ikut program itu koq). “Tapi aits
tunggu dulu itu ODOJ sedangkan ini ODOP? Ini group apa ya?” lirihku (ana jadi
bingun sendiri) dan Tau g bro and sist? Yang lebih sadisnya lagi, ketika baca
pengumaman ODOP ini ternyata ia sudah bagian kedua, satunya aja ana tidak tahu
eksintensinya ada, apa lagi duanya. Apa ana yang kuper ya? (stop janga dijawab!
Biar ana jawab sendiri dalam hati..he)
Ana penasaran, akhirnya klik-klik
beberapa link, oo.. nyata o ternyata, dipioniri oleh bang Syaiha, kalau bang Syaiha
ma ana tahu, tulisannya termasuk dalam bacaan ana. Sorry ya… ana ingin curhat dikit
kapan pertama kali baca tulisan bang syaiha. pada suatu hari…. (sorry
kata-katanya lebay, mungkin sangkin senangnya ikut ODOP, he…) ana lagi menyelam
di laut dumay, di waktu itu ana melihat seperti ada harta karun di bawa laut,
pas ana samperin dan lihat, e.. ternyata itu tulisan bang Syaiha. Setelah
membaca tulisannnya, tiba-tiba hati ana terharu (tapi ana g menangis lo ya…he).
Tulisan itu bercerita tentang ketika melamar istrinya lewat hp (sms-an) yang lagi naik
angkot. Romantis banget ya… kalau ana
jadi bang Syaiha, angkot tu ana beli jadi kenang-kenangan .. ha.. ha… sorry
bang Syaiha, bercanda. Na itulah pertama kali ana baca tulisan-tulisan bang Syaiha.
Namun ana tidak tahu dia punya
group semacam ini. Ya bisa jadi faktornya ana seringnya membaca dalam mimpi (tidak membaca.. he).
Tapi alaa kulli hal, setelah membaca peraturan dan petunjuknya, spontan
terlintas sebuah kalimat di Fikiran “Ana harus ikut ni program ”. Namun Fikiran
langsung ditepis oleh “Malas” ia tidak terima. “Malas” ana berkata: one day one
post apa nt (red kamu) tahu
itu artinya apa? Itu artinya nt harus nulis tiap hari. Blog nt aja buatnya jaman
batu, tapi sampai sekarang nt g isi-sisi, apa nt stress?
sepertinya Fikiran sepakat
dengan Malas, Akhirnya ana tutup info itu cari bacaan menarik lain di
dumay. Namun tulisan bang Syaiha itu terngian-ngian terus di alam fikiran. Tiba-tiba
ada sayup-sayup suara dari satu tempat dalam diri ana, dan perlahan suara itu
semakin jelas “Ikutlah ini kesempatan besa! kapan lagi bisa belajar nulis,
minimal bisa kenal bang syaiha (berharap…he)” ternyata itu suara Hati ana,
ia sepakat dengan Fikiran untuk ikut group ini, wal hasil sekarang
Malas sendirian melawan Fikiran dan Hati. Dua lawan satu
ya,,, pastinya menurut logika menang yang dua donk, dan itulah yang terjadi.
Otak akhirnya patuh, mengirimkan sinyal ke tangan untuk bergoyang di atas tombol touchscreen. Bebepa
menit kemudian… Done.. Ana pun terdaftar setelah pergulatan panjang antara Fikiran+Hati
Vs Malas.
Sebelum mengakhiri tulisan, ana
beri salah satu bocoran tentang diri ini. curhat dikit g pp kan (^__^) ana
orangnya kadang baru bisa bergerak ketika ada tekanan tetapi itu kadang ya
bukan selamanya. (Masih membela diri.. he) Kalau tidak ada tekanan, mungkin
prosesnya akan lama dan lambat. Ketika membaca pengumuman ODOP ini ada sebuah
nasehat yang entah ana pungut dari mana, bunyinya begini “berlari biasa
dengan berlari dikejar anjing pasti yang dikejar akan cepat sampai” dan
tragisnya ana percaya dengan itu. Kadang manusia harus ditekan dulu baru bisa
berhasil, terkadang manusia juga harus putus cinta dulu baru bisa berprestasi,
contohnya film tenggalamnya kapal van der wijck. Zainuddin berhasil setelah
dikhianati oleh Hayati (ini versi ana ya…), mungkin bro and sist menganggap itu
Cuma film, tapi ana yakin ada yang mengalami kisah seperti itu (bukan ana suwerr….).
Sekianlah tulisan kali ini, soalnya ana sendiri bingun arahnya kemana. See u
ditulisan selanjutnya.
Salam sukses tiada tara Akhukum Fillah






Fikiran dan Hati yang menang, karena ketika seseorang mendengar nuraninya, itulah yang sebenarnya yang di inginkannya (ngomong apasih? Hehe)
BalasHapusAna juga kadang males, dan butuh tekanan juga kek ente ( aduh jadi terpengaruh)
Semangat mas Dani... :)
Mudah-mudahan nulisya buka karena tekanan ya,hehe
BalasHapusNulis emang perlu dipaksa biar biasa kemudian jadi kebutuhan dan akhirnya menikmati 😃
BalasHapusNulis emang perlu dipaksa biar biasa kemudian jadi kebutuhan dan akhirnya menikmati 😃
BalasHapusApa ana yang kuper ya? (stop janga dijawab! Biar ana jawab sendiri dalam hati..he)
BalasHapus*baiklah,
hahah
Hehehee... Memang kadang kita harus selalu ditekan untuk menjadi pemenang. Tidak mengapa, berawal dari sebuah tekanan, akhirnya biasa dan menjadi juara. Tulisanya oke mas...
BalasHapusbaca hayati sama zainuddinnya jadi inget temen saya cerita tentang film itu :D
BalasHapusSedikit demi sedikit. Lama lama kan terbiasa
BalasHapusSedikit demi sedikit. Lama lama kan terbiasa
BalasHapustenggalamnya kapal van der wijck. Nadilla belom pernah nonton. Hihihii tahu judulnya doang dan denger dari temen katanya keren.
BalasHapusSemangat, yah...