“Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta” itu kata-kata yang sering aku dengar
ketika seseorang ingin memperkenalkan diri. Baik secara pribadi atau pun di
depan umum. Sering aku berfikir, kenapa kata-kata itu terus-menerus dikambing
hitamkan ya? Apakah tidak ada alasan lain untuk bisa saling mengenal? Menurut
pribadiku sih. Aku tidak perlu memakai kata-kata diatas. Karena saling mengenal
itu sendiri sangat ditekankan dalam agamaku. Hal ini terbukti dalam salah satu
ayat dalam kitab suci kami mengatakan bahwa, saling mengenal adalah salah satu
tujuan kami. Sebagaimana dikatakan:
Wahai sekalian manusia, sesungguhnya
kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan kami jadikan kamu
bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, supaya kalian saling mengenal….”
(al-Hujurat: 13)
So… karena saling mengenal adalah anjuran agamaku, dan juga
tantangan ODOP minggu kedua ini. Maka untuk postingan ini, aku akan menulis
secara ringkas dan padat tentang siapa sih sebenarnya diriku. Tempat tinggalku.
Pendidikan dan statusku.
Sebenarnya sampai sekarang aku masih bingun gimana cara
menuliskan tentang pribadiku. sedangkan aku sendiri “g tahu diri”. Tapi mau tak
mau, aku harus perkenalkan diri, karena ini adalah kewajiban dalam agamaku,
juga tantangan dari ODOP. Jadi jika nanti aku sudah perkenalkan diri dan kalian
tidak tahu tentang diriku, jangan bingun ya… seperti kalimat aku diatas, saya
sendiri “g tahu diri”.
Nama
Siapa nama aku? sejak telingaku bisa menangkap suara dengan
baik, kata yang sering kudengar memanggil-manggil, sambil matanya memolototiku
adalah kata “Rahim” aku pun mengira itu adalah namaku. Jadi, ketika ada yang menanyakan namaku, aku bilang saja “Orang memanggilku Rahim”.
Namun ada sesuatu yang membuatku gagal paham, ketika duduk di bangku sekolah. Guruku
diawal pelajaran atau diakhir pelajarannya, ia berteriak-teriak di depan
memanggil satu per satu nama kami. Ketika giliran namaku dipanggil, ia bilang: “Abdul
Rahim….”aku diam. “Abdul Rahim…” aku masih diam. Kemudian guruku menghampiriku
terus berkata: “Mengapa tidak menyahut bodoh…”
Tempat tinggal
Rumahku terbuat dari kayu, ada atap sen, dinding. Di dalamya ada
kamar-kamar, kamar tidur, kamar mandi, juga ada dapur dan ruang tamu. Perabotannya
juga beragam, namun aku tidak bisa sebutkan satu persatu, khawatir nanti postingan
ini berlembar-lembar. Lokasinya? Kalau Letaknya aku bingun. Apakah masuk daerah
kabupaten Soppeng atau Bone. Dari dulu sampai sekarang aku masih belum
mengetahui persisnya. Daerahku masih menjadi persengketaan antara dua kabupaten
tersebut. Jadi ketika ada yang bertanya. “Kamu dari kabupaten apa? Aku tak tahu
jawabnya. Namun ada untungnya juga sih. Ketika
dua kubu bentrok. Diriku aman-aman saja bisa ngaku-ngaku sesuai kondisi. Tetapi
yang jelas saya produk Indonesia, buah kerjasama yang baik antara ayah dan ibu.
Pendidikan
Aku berpendidikan. Bisa baca, dan bisa juga nulis. Mau bukti?
Buktinya aku bisa nulis postingan ini.
Pekerjaan
Tidur, nonton, makan, mandi, keluyuran dan lain-lain. Namun terkadang
aku pergi ke suatu tempat untuk mendengarkan seorang bapak-bapak ngomong yang terkadang
aku tak paham apa yang dia bicarakan. Kata-kata yang sering aku dengar dari
mereka sambil marah-marah “kamu sekarang sudah diatasnya mahasiswa, bukan
saatnya lagi hanya duduk mendengar.” itu saja yang sering aku dengar,
sampai-sampai aku hafal dan paham artinya. Selain dari kalimat itu, aku tak paham
mereka ngomongin apa.
Status
Aku masih sendiri tidurnya. Cuma ditemani bantal-bantal dan
selimut. Kadang juga ditemani nyamuk. Apakah jomblo? Tergantung. Kalau jomblo adalah pengertianmya
belum punya pasangan. Maka jawabannya Iya. Tapi kalau jomblo artinya tidak
laku. Berarti dengan tegas aku mengatakan “Tidak”. Aku lebih baik dikatakan
single. Jomblo adalah nasib. Single adalah pilihan. Memilih untuk sendiri yang
aku sendiri tak tau sampai kapan.
Maka sekianlah perkenalan kali ini. Jangan salahkan diri
sendiri jika tidak paham dan masih belum tahu tentang diriku. Sama seperti dengan
kalian, aku juga belum paham. Sekian dan terima kasih. Aku mohon maaf jika
hanya menghabiskan waktu untuk membaca postingan ini. Karena sejujurnya aku bermaksud
untuk itu. "Orang sabar disayang Tuhan." kata ibuku. Semoga kalian disayang Tuhan
karena sabar tidak marah-marah setelah membaca postingan ini.






Ciyeeee jomblo
BalasHapusHehe
"Jomblo adalah nasib, single adalah pilihan"
BalasHapusπππ
"Jomblo adalah nasib, single adalah pilihan"
BalasHapusπππ
πππππππππ agak koplak, lucu, kereeennn..
BalasHapusJomblo adalah nasib, single adalah pilihan"-setujuu^^
BalasHapusAku mohon maaf jika hanya menghabiskan waktu untuk membaca postingan ini"- Oke,, dimaafkan, hehe
Jadi kesimpulannya...lebih terima pilihan daripada nasib nih...hehe
BalasHapustak patut lah Guru itu, masa' bilang bodoh pada anak didiknya sendiri. ish ish iiish....
BalasHapusSudah bukan saatnya lagi duduk dan mendengar, jadi apa ya? Abdul Rahim yg jelas cm itu, lainnya ngambang. Haha....
BalasHapusSemoga aku disayang Tuhan.. aamiin.. πππ
BalasHapusHihihii lucu, keren dah pokonya...
BalasHapusKocak juga ternyata. :D
BalasHapusBaiklah, saya maafkan dan semoga saya disayang Tuhan.
ohh.. jadi gitu ya Pak Ketua? hehe
BalasHapuslucu bgt Kak :D
Ya ampun Rahim in ternyata org sulawesi selatan yah hehehehe..
BalasHapusKocak ki tawwa tulisanna rahim ^^
nasib,,,, nasib,,,, :D
BalasHapus