Masalah-Mu Surga-Mu

Oke guys…  Postingan kali ini mungkin akan sedikit berat. Bisa juga ringan sih. Tergantung cara dan dalam keadaan bagaimana membacanya. Kalau membaca sambil angkat karung 50 Kg, percaya deh, pasti akan berat. He….
Oke kita langsung mulai ya…..
Apa sih arti “Masalah” itu?. Dalam sebuah buku, “Masalah” sinonim dengan kasus, kejadian, kesulitan, penyakit, persoalan, penyakit dan semua yang sulit-sulit di fikiran manusia. Sekarang, setelah mengetahui arti dari kata “Masalah”,
tentu manusia akan sangat alergi dengannya, tidak mau dekat-dekat, dan tidak mau sedikit pun “Masalah” menyentuh kulitnya. Namun pertanyaannya sekarang, Apakah sikap itu sudah betul?
Pada postingan kali ini akan dibahas, Bagaimana “Masalah” bukan lagi dipandang sebagai beban, bukan lagi suatu ketakutan yang seakan-akan seperti hewan buas siap menerkam kapan saja, siap mencabit-cabit daging, atau bukan lagi seperti tiang gantungan yang perlu di takuti. Akan tetapi dipandang sebagai kado Tuhan kepada manusia yang indah dan dirindui.
Lets Continue to Reading….

“Masalah” adalah hal yang pasti bagi manusia. Ia pasti datang selama manusia masih mempunyai nafas yang bisa dihembuskan, karena ia adalah salah satu seni kehidupan yang dilukis Tuhan di muka bumi. Oleh karena ia adalah seni kehidupan, maka “Masalah” sejatinya bukan “Masalah”, namun ia adalah sebuah keindahan. Sebuah contoh, Pelangi jika tidak berwarna-warni akan tampak datar dan tidak akan menarik hasrat bagi pemandangnya. Begitu halnya kehidupan, hidup yang hanya lurus, senang, gembira dan suka saja, akan terasa tidak menarik jika tidak ada bumbu-bumbu yang membuatnya memesona. Maka diciptakanlah “Masalah”.  Tuhan mendatangkan “Masalah” sebagai solusi, sebagai bumbu kehidupan agar tidak datar, agar tidak menjemukan manusia. Bukankah kita tidak akan mengetahui senang ketika tidak adanya sedih? Bukankah kita tidak akan mengetahui arti keberhasilan jika tidak mengetahui kegagalan?.
“Masalah” pada prinsipnya bukan untuk dihindari dan ditakuti namun ia untuk dihadapi, ditangkap kemudian diselesaikan. Sebuah contoh untuk menganalogikan kalimat di atas. “Masalah” ibarat Bola”. Jika bola dilemparkan kepada Anda dengan sekeras-kerasnya, apa yang Anda lakukan? Silakan pilih salah satu jawaban di bawah ini sebelum melanjutkan membaca:
  • Menghindar
  • Menangkap
(Jika sudah memilih, silakan lanjutkan bacaannya. Yang jujur ya… orang jujur disayang mama.. he)
Jika pilihan Anda adalah nomor satu, yaitu menghindar. Itu berarti Anda melewatkan bolanya. Artinya Anda melewatkan pengalaman menghadapi “Masalah”, Anda melewatkan pelajaran berharga darinya. Dan tidak kalah pentingnnya, Anda Melewatkan kebersamaan dengan Tuhan, bukankah Dia mengatakan “Aku bersama orang-orang yang besabar”
Jika jawaban anda adalah menangkap, maka selamat, Anda lah orang yang akan berhasil di masa depan. Andalah yang akan menjadi pemenang. Karena kesuksesan adalah sejauh mana orang bisa menerima “Masalah” dengan senang hati. Menerimanya sebagai pelajaran lebih baik dari hari kemarin untuk hari esok. Berita menariknya lagi, kesuksesan ini bukan hanya di dunia yang sementara ini, akan tetapi kesuksesan yang tiada tara dan mahal harganya, yaitu berada di sisi-Nya di surga, dengan pandangan rahmat.
Jadi, hakikatnya hanya terlatak dari sudut mana manusia memandang “Masalah” itu. “Masalah” akan menjadi disenangi bahkan dikangeni ketika manusia melihat dari sisi lain, yaitu ketika manusia sadar bahwa “Ia” adalah kunci sukses. “Masalah” adalah pembelajaran. “Masalah” adalah pengalaman. “Masalah” adalah kesempatan besar mendekatkan diri kepada sang pemberi solusi, dan “Masalah” adalah aliran arus pahala bagI yang didatanginya.

“apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja ketika ia telah mengatakan “Aku telah beriman” sedangkan mereka tidak di uji?, dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka akan diketahui, siapa yang benar-benar dalam perkataannya atau mereka hanya berbohong” (al-ankabut: 2-3)

#OneDayOnePost #Hari ke 3

11 komentar:

  1. Slalu mendekatkan diri kepada Dia sang pemberi solusi^^
    Masalah? Hadapi saja!!

    BalasHapus
  2. malah ingat lirik lagunya Lenka..

    "trouble is a friend but trouble is a foe" ^_^

    betul bgt, masalah itu 'kado' dari Allah, biar kita menjadi pribadi yg kokoh..

    so, be positive Thinking..

    BalasHapus
  3. malah ingat lirik lagunya Lenka..

    "trouble is a friend but trouble is a foe" ^_^

    betul bgt, masalah itu 'kado' dari Allah, biar kita menjadi pribadi yg kokoh..

    so, be positive Thinking..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nama blog nya apa ya... Pengin otw juga...
      Mksih kunjungannya...

      Hapus
  4. masalah adalah ujian pendewasaan diri

    katanya :D

    BalasHapus
  5. Masalah datang untuk diselesaikan(cari solusi)..
    Nice post

    BalasHapus
  6. Padahal aku lagi menghindari masalah, masih takut dengan masalahku yg satu ini.

    BalasHapus
  7. Padahal aku lagi menghindari masalah, masih takut dengan masalahku yg satu ini.

    BalasHapus
  8. Masalah itu untuk dipecahkan. Keren, tapi kalau analoginya bola, hihihi Nadilla sendiri kadang lebih suka ngindarin bola... hehehee

    BalasHapus
  9. baca di awal jadi berat kak, soalnya sambil ngangkat 50 kg.. bcanda lhoh k :D

    BalasHapus