Nikah Tentang Waktu

Kapan nikah? Cepat nyusul ya!!! Pernah dengar pernyataan tersebut? Bisa jadi itulah pernyataan sering terlontar dari teman-teman kita. Baik secara langsung, maupun lewat sosial media. Bisa jadi juga pernyataan tersebut membuat panas dingin. menyusupkan suatu perasaan kedalam jiwa, entah itu sedih, marah atau malu. Namun, hendaknya kita selalu berfikir positif. Mereka menyatakan itu untuk memotivasi bukan untuk ngeledek.

Nikah bukan perlombaan, bukan ajang cepat-cepatan. Bukan soal siapa cepat dia dapat. Kalian pernah dengar ungkapan, “Segala sesuatu ada waktunya”? begitu pun nikah, bukan sin salabin abracadabra langsung jadi. Nikah pun ada waktunya. Ya, nikah tentang waktu yang cocok.

Tersebab nikah tentang waktu, ada 5 kemauan yang harus terkumpul agar waktu itu datang memihak kepada kita, yaitu;

1.      Kemauan diri
Jika seorang anak SD ditanya, sudah mau nikah? Tentu jawabannya, “belum” mereka belum berfikir ke arah sana. Begitu juga dengan laki-laki yang menurut hitungan umur sudah berada di garis usia nikah. Jika ditanya, jawaban mereka akan berbeda. Masih ingin belajar, ingin bekerja dulu, ingin lainnya. Intinya mereka belum ada kemauan diri sendiri. Kemauan disini berarti kesiapan. Kesiapan untuk menikah. Jadi kemauan harus ada sebelum melangkah ke tingkat selanjutnya.

2.      Kemauan calon
Salah satu rukun nikah adanya mempelai laki dan perempuan. Untuk meraih kemauan calon, pihak laki-laki harus berani datang kepada wali perempuan untuk meminta kesediaan menikahkan anaknya dengannya. Tentunya, sang wali yang bijak akan meminta pendapat kepada anaknya. Jika anak perempuannya mau, pernikahan bisa terlaksana. Begitu juga sebaliknya, bagi perempuan yang merasa ada seorang laki-laki baik baginya, ia bisa meminta kepada walinya untuk mengungkapkan keinginannya kepada sang laki-laki. Jika laki-laki mau dan setuju, pernikahan bisa dilangsungkan.

3.      Kemauan orang tua
Ketika seorang laki-laki atau perempuan sudah siap, tentu memerlukan kamauan atau restu dari kedua orangtuanya. Laki-laki meminta kepada wali perempuan. Begitu juga perempuan, mereka berusaha meyakinkan walinya bahwa ia sudah siap untuk naik ke level pernikahan.

4.      Kemauan mertua calon
Bukan asal cinta, pernikahan bisa langsung jadi, orangtua tentu akan menimbang, apakah calon anaknya layak untuk diserahkan tanggung jawab menggantikan dirinya atau belum layak. Khusus bagi laki-laki, mereka harus meyakinkan wali perempaun bahwa ia layak bersanding dengan anaknya. Jika dianggap layak, tentu mertua akan mau menikahkan.

5.      Kemauan Tuhan
Inilah puncak segala kemauan. Jika Tuhan sudah berkehendak maka Dia hanya mengatakan “Kun” maka jadilah. Jadi, dekatilah Dia, Dia penggenggam segala kemauan diatas.

Setelah 5 kemauan terkumpul, insya Allah dengan izinnya, waktu itu akan datang. Waktu bertemunya dua insan yang akan bekasih sayang menuju jannahnya.


#OneDayOnePost
#Minggu keempat 22 Maret 2016

15 komentar:

  1. sudah berapa kemauan yg terkumpul?

    BalasHapus
  2. sudah berapa kemauan yg terkumpul?

    BalasHapus
  3. Bang kapan nikah? Jgn lupa Ya undgn sma tiket Malaysia-ke rumah abang haha

    BalasHapus
  4. Bang kapan nikah? Jgn lupa Ya undgn sma tiket Malaysia-ke rumah abang haha

    BalasHapus
  5. Kapan nikah?

    Ehm, jangan tanya kapan... bahkan aku sendiri penasaran kapan. Hihii

    BalasHapus
  6. Unsur yang diluar kuasa manusia no 5

    BalasHapus
  7. mengenai nikah , cukup jadi polemik bagi lelaki seperti saya -_-

    BalasHapus
  8. Kapan nikah?... makasih yach mas abdur rahiem...
    Jadi punya ide jawab nih ntar kl lebaran ditanya keluarga besar..
    Jawabnya nunggu kemauan Allah, Camer And Calon....wkwkwk

    BalasHapus