Hanya Fiktif Belaka

Salam bro n sist semua. Tadi pagi saat masih buta, siang masih belum melek. Ada chat temanku masuk dari Indonesia.

“Bro disini akan terjadi gerhana tanggal 9”

“terus hubungannya apa dengan gue?” balasku kesal karena ganggu ngorok gue.

“iri kan lo… ha…?”

Selama disini, gue g pernah menyaksikan peristiwa gerhana. Tidak seperti di negaraku sana. Dikit-dikit gerhana. Bentar-bentar gerhana. kenapa gue suka gerhana? karena momentnya sangat bagus buat ungkapin rasa. Jangan salah paham dulu…! Maksudnya ungkapin rasa syukur. Bersyukur bisa shalat sunnah Gerhana. Hitung-hitung buat nambah pahala.

Kira-kira gitulah inspirasi dari postingan kali ini. Teman Gue balas dendam, karena gue sering kompor-komporin kecantikan cewek-cewek mesir yang bagai bidadari KaWe turun dari langit. Hidungnya mancung bisa buat gantungin baju. Tatapan matanya tajam menembus kantong. Bodinya yang tinggi besar susah bergerak. Membuat mata cowok yang memandangnya terpesona dan hatinya klepek-klepek. Termasuk diriku. Gue pun bermimpi untuk mendapat gebetan cewek mesir.
Alam mengatur itu. Suatu ketika, gue melihat seorang gadis mesir, jilbaban, cantik, sulit buat gambarin kecantikannya. Waktu itu dia agak kerepotan dengan belanjaannya. Tak banyak fikir, gue pun mendekatkan diri dan menawarkan bantuan, berharap dia simpati dan dapat terjatuh dipelukanku. Ia menerima tawaranku. Hatiku berbunga-bunga. Melihatnya dari jarak dekat. Gue merasa sangat yakin inilah jawaban dari do’aku. Sesampainya di rumahnya, gue meletakkan barang-barang dan berniat untuk pergi.

“Syukran ya Walad” (makasih ya Nak)

Nyesek banget… memang nasib berpostur orang melayu. Setampan apa pun kamu ketika berada diantara orang-orang Arab ini. Kamu akan tetap dianggap sebagai anak-anak. Akibat trauma, akhirnya keinginan mendapatkan cewek mesir pupus. Cita-cita Gue kubur di padang pasir yang Gue juga tidak bisa menemukannya kembali.
Gue juga pernah pamer sama temanku, gue mengatakan kalau setiap hari dalam perjalanan ke kampus, gue serasa berjalan di museum. Disini cat tidak laku dijual. Paling kalau laku warna abu-abu. Orang Mesir malas mencat rumah mereka. Sebagus apapun catnya, dinding-dinding rumah mereka akan berujung dengan debu yang setiap hari dibawa angin puting beliung. Tinggal di Mesir, pengetahuanku tentang macam-macam hujan bertambah. Dulu hanya menganal hujan rintik-rintik, hujan badai, hujan inspirasi, hujan cinta. Disini, ada yang namanya hujan debu. Bisa kalian bayangkan, pulang dari kampus melewati hujan debu. Sampai di rumah kalian akan berubah menjadi manusia debu.
Bay the way. Berbicara masalah gerhana. Gue teringat jaman tempo doloe. Waktu Gue anak-anak yang baru kenal Tv. Pasti kalian tahu film Gerhana, Iya kan? Kalau kalian g tahu, berarti ada tiga kemungkinan: 1. Kalian tidak punya Tv semasa kecil, 2. Kalian tidak update. 3. Gue yang ketua-an.
Film ini sangat mengispirasiku. Seorang anak laki-laki bernama gerhana. ia dilahirkan bertepatan dengan peristiwa gerhana berlangsung. Akibatnya, ia mempunyai kekuatan super hero. Jika ia gelen-gelen kepala, penjahat pada terbang-terbang. Sangat bahaya jika ia pergi nonton konser, apalagi nonton dandutan. Di sekolah, Gue sering di bully. Akhirnya gue bercita-cita ingin seperti gerhana yang memiliki kekuatan. Gue bertekat menerbangkan teman-teman yang menggangguku.
Gue pun menemui ibuku.

“Bu… saya ingin masuk ke dalam perut, nanti ketika gerhana tiba, ibu harus melahirkan saya ya….” kataku polos.

Satu rumah tertawa. akhirnya mulai sejak itu. Namaku berganti “GS”



#OneDayOnePost
#Minggu Kedua, 8 Maret

13 komentar:

  1. Wah aku juga nonton gerhana. *eh salah fokus. Hehe

    BalasHapus
  2. Alurnya asik mas.. Cuma nggak konsisten aja di kata ganti orang pertamanya.. Kadang nyebut aku, kadang saya, kadang gue..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih masukannya bang syaiha... asyik banget dapat masukan serasa diperhatiin.. he

      Hapus
  3. hahahha...ak jg suka film gerhana...

    BalasHapus
  4. hahahha...ak jg suka film gerhana...

    BalasHapus
  5. Pernah nnton gerhana juga gak ya??? Aku lupa, sorry. Hahaha

    BalasHapus
  6. setuju dengan bang syahiha (Y)

    semangat mas (Y)

    BalasHapus
  7. Hehe, bagus. Cuma masih banyak yang disingkat. Penggunaan huuf kapital untuk nama orang, awal kalimat, nama tempat juga belum konsisten.

    MAAF,

    BalasHapus
  8. Hehe, bagus. Cuma masih banyak yang disingkat. Penggunaan huuf kapital untuk nama orang, awal kalimat, nama tempat juga belum konsisten.

    MAAF,

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf?? g segitunya lah mas...
      gue suka masukannya... he..

      Hapus