Tadi pagi sebelum berangkat kampus, smartphone punyaku mengeluarkan
cahaya kerlap-kerlip berwarna biru di atas layar segi empatnya. Menandakan ada
pesan masuk. Aku melirik, ternyata benar. Ada pesan dari adikku di Indonesia.
“Kak.. Apa pesan Rasulullah kepada Fatimah sebelum tidur. Sy ada
tugas buat Kultum?”
Karena tidak mau repot, aku balas
“Tanya ustadz google”
“Aku tidak bisa, banyak tugas…”
“Tolonglah adikmu ini”
Adikku terus merajuk supaya bisa dibuatkan KulTum (Kuliah
Tujuh Menit). Sebagai kakak, lagi-lagi aku harus mengalah. Kenapah sih aku harus
lahir duluan daripada dia? Kenapa sih harus ada ungkapan “Sayangi yang muda….” Jadinya
membuatku menderita dan sensara tanpa akhir. Aku kesal sama adikku ini. Membuat
hidupku tidak tenang. Hampir setiap hari aku dipusingkan dengan tugasnya di
kampus. Dia yang kuliah tapi aku yang
pusing keliling-keliling. Makalahnya numpuk aku yang harus kerjain. Aku seperti
kuliah doble degree. Mungkin sudah nasib punya adik. Tapi aku mencoba berfikir
positif, karena ia adalah bungsu jadi rewel gitu. Super manja. Sampai-sampai
orangtuaku melambai-lambai ke kamera karena tidak sanggup lagi. Jadilah aku dibarisan
paling depan untuk segala masalahnya. Tapi tak apa-apalah, nanti kalau dia
sudah selesai kedokterannya. kan bisa berobat gratis.
Untuk menjawab pertanyaan adikku, aku tulis dalam postingan
ini. “Amalan Sebelum Tidur” itulah judulnya. Aku bukan ustadz, Cuma kebetulan
pernah nyantri di pondok, jadi, dikit-dikit bisalah tentang agama. Bisa membuat
Anda tersesat. Kalian tahu pondok kan? Itu loh semacam penyakit yang biasa bertengker
di leher. Kalau kalian beneran tidak tahu, “Sungguh Terlalu” (ekspresi bang Aji).
Kenapa sih perlu amalan sebelum tidur? Langsung lempar diri
ke kasur kan urusan jadi beres. Tak perlu amalan-amalan segala. Apalagi pulang
kerja, pulang kampus, badan sudah minta sandaran kasur, kepala nyut-nyutan. Mamfaatnya
apa?
Pertanyaan diatas memang logis. Sudah menjadi tabiat manusia
hanya akan melakukan sesuatu jika ada dampak baiknya kepada dirinya. Atau pun
kepada keluarganya. Jadi menurutku pertanyaan diatas tak salah dan benar. Baiklah,
aku jawab bahwa mamfaatnya banyak sekali, dari aspek kesehatan misalnya, Orang yang
melakukan amalan-amalan sebelum tidur, tingkat kenyenyakan tidurnya lebih
tinggi, Anda tidak mau kan, ketika asyik-asyiknya mimpi indah, kolor ijo
datang. itu pertama. Kedua, aman dari mimpi buruk akibat gangguan syaitan. Misalnya
bermimpi ketemu kuntilanak beranak, bermimpi dikejar vampire, atau paling
seremnya mimpi diputus pacar. Esok harinya jadi kenyataan. Mamfaat ketiga, jika
mati insya Allah husnul Khatimah, siapa yang tahu Anda tidur, tenyata pas
bangun sudah berada di kuburan. Atau pas bangun sudah berada di depan pintu Neraka.
Siapa tahu, kan? Mamfaat keempat, pahala besar bagi yang mampu.
Nah, gimana… sudah tahu mamfaatnyakan? Sekarang yuk kita
laksanakan amalannya. Amalannya apa? Sabar atu, ketika baca cerita dulu.
Suatu ketika pada waktu malam di rumah Rasulullah, nabi
menemui anaknya Fatimah yang hendak tidur. Ia menghampirinya lalu berkata:
“Duhai Anakku, janganlah engkau tidur sebelum mengkhatamkan
al-Qur’an, sebelum membuat para nabi memberimu syafaat, sebelum seluruh muslim
meridhoimu dan sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah”.
Siti Fatimah tentu terkejut mendengar perintah dari ayahnya. Bagaimana
mungkin bisa melakukan semua hal tersebut dalam satu malam saja. Rasulullah kemudian
keluar dari kamarnya, dan shalat dua rakaat di ruang tamu. Seuasai shalat, ia
mendengarkan suara tangisan tersedu-sedu berasal dari kamar anaknya. Rasullah bangkit
dan menuju asal suara. Ia mendapati anaknya dengan air mata meleleh.
“Duhai anakku, kenapa engkau menangis, ada yang melukaimu? Tanya
nabi
“wahai Ayah, diriku menangis karena merasa orang yang tidak
berbakti”
“Kenapa berkata begitu?” tanya nabi heran dengan ucapan
anaknya. Selama ini tidak pernah Fatimah membantah, ia selalu taat melaksanakan
apa yang ia perintahkan, kenapa tiba-tiba ia merasa anak yang tidak berbakti.
“Diriku merasa anak tidak berbakti karena tidak bisa
melaksanakan apa yang ayah perintahkan sebelum tidur”
Rasulullah langsung merangkul anaknya dan tersenyum. Beliau lalu berkata:
“Bacalah surah al-Ikhlas 3 kali, maka itu seperti engkau mengkhatamkan
al-Qur’an. Bacalah shalawat kepadaku dan kepada seluruh nabi, maka kelak kami
akan memberimu syafaat. Berdo’alah memohonkan ampun seluruh umat muslim, maka
mereka akan meridhaimu. Perbanyaklah bertasbih, bertahmid dan bertakbir, maka
seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah.”
Jadi inilah amalan yang diajarkan Rasulullah kepada kita
sebelum tidur:
- Membaca surah al-Ikhlas (Qulhuwallahu) 3x
- Bershalawat kepada para nabi “Allahumma Shalli ‘ala Muhammadi wa ‘alal ambiya’I wal mursalin”
- Mendo’akan kaum Muslimin “Allahumagfir lil muslimina wal muslimaat……"
- Terakhir membaca “Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallahu wallahu Akbar.
Maka sekianlah kultum kali ini, semoga bermamfaat bagi kita
semua, dan Selamat mengamalkan. Ilmu yang tidak diamalkan akan dipertanggung
jawabkan nanti ketika sudah mati. Jangan menyesal setelah membaca postingan ini
karena menambah beban amalan kalian. Setelah membaca postingan ini, kalian
hanya punya dua pilihan, 1. melaksanakan dengan mendapatkan mamfaat yang telah
disebutkan diatas. 2. Mengabaikan, tapi jangan salahkan aku kalau nanti di akhirat
ditanya. “Mengapa tidak mengamalkan?”. Ingat, ilmu yang telah dipelajari akan
dipertanggung jawabkan.
#OneDayOnePost
#Minggu Kedua, 9 Maret 16






Alhamdulillah, jadi nambah ilmu. Makasih ya Bang Haji *terlalu. Hehe.
BalasHapusWhaaaa. Kultumnya bermanfaat
BalasHapusSering terlupakan tapi sangat besar manfaatnya.
BalasHapusTerima kasih telah mengingatkan.
Kultum yang singkat namun sangat bermanfaat
BalasHapusKultum yang singkat namun sangat bermanfaat
BalasHapusBahagianya punya teman tang bisa mengajak kebaikan untuk saat ini dan alam "nanti".
BalasHapusBahagianya punya teman tang bisa mengajak kebaikan untuk saat ini dan alam "nanti".
BalasHapus