Ada
waktu manusia ingin menyendiri. Ada saat membutuhkan dirinya tanpa orang lain
di dekatnya. Ada masa ia tak ingin diganggu oleh siapa pun. Hanya ia dan
kesunyiannya. Merenung, memikirkan, mengamati dan menata semangat hidup
kehidupannya. Ingin sendiri bukan menjauh atau membecimu, namun sebagai obat
jiwa yang butuh kesunyian dan ketenangan.
Jiwa
menuntut makanan, begitu juga jasad. Namun banyak belum paham tentang ini.
Dua unsur dalam dirinya. Jasad dan jiwa,
sama-sama butuh nutrisi demi keseimbangan berlangsungnya hidup yang sehat dan
penuh semangat.
Hiruk
pikuk dunia, glamor kehidupan ibarat santapan jasad, menyendiri adalah santapan
bagi jiwa. Bukankah engkau pernah menyaksikan atau mendengar orang kaya liburan
ke puncak, desa atau tempat hening dan sunyi lainnya? Ya, mereka datang
memberikan asupan makanan untuk jiwanya. Apakah kalian mengetahui, tingkat
stress di kota lebih tinggi dibanding di desa?
Aku
yang sekarang tinggal di kota menyaksikan itu. Hampir setiap hari menemukan orang
bercakap sendiri, merenung di pinggir jalan, ketawa-ketiwi seakan digelitiki
seseorang, semua dengan pakaian lusuh dan sobek-sobeknya. Semua itu tak pernah
kulihat di desaku.
Menyendiri
bukan berarti menjauhi manusia dan dunia. Memindahkan rumahnya ke goa atau gunung
adalah kurang tepat. Menyendiri bisa disini, disitu dan disana. Menyendiri adalah
obat seperti kataku diatas. Obat melebihi dosis anjuran akan menjadi sebuah
racun, bukan? Seorang pemimpin terhebat sepanjang masa juga berawal dari
penyendiriannya, ialah Sang Muhammad.
#OneDayOnePost
#Minggu ketiga 14 Maret 2016
#Minggu ketiga 14 Maret 2016






Aku juga kadang butuh sendiri ^^
BalasHapus👍.
BalasHapusKarena suatu saat nanti kita akan menghadap Rabb kita secara 'sendiri'.
Juga mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri.
👍.
BalasHapusKarena suatu saat nanti kita akan menghadap Rabb kita secara 'sendiri'.
Juga mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri.
Me time :)
BalasHapusCocok...