Setiap manusia diciptakan berbekalkan sebongkah daging dalam
dirinya. Jika sebongkah daging ini baik maka seluruh jasad akan baik, begitupun
sebaliknya, jika ia buruk, maka jasad yang lain ikut rusak. Tentunya ketika
mambaca pernyataan diatas, kita sudah bisa menebak disebut apakah sebongkah
daging itu. Ya, tepat sekali, dialah Hati, atau biasa disebut dengan Qalbu.
Hati atau Qalbu yang ada pada manusia terbagi dua, Jismani
dan Ruhani. Jismani yaitu hati yang kasak mata, disentuh, bisa diraba dan
diterawang. Yang terakhir ini agak ngaco, he … ia berfunsi menghisap dan memompa
darah kesuluruh tubuh. Adapun Hati Ruhani, hati yang tak kasak mata. Hati
inilah yang dimaksud dalam pernyataan, “Jika ia baik maka baiklah seluruh
daging yang lainnya.”
Hati jismani dan Ruhani? Untuk lebih memudahkan pemahaman,
kita analogikan unsur pada manusia. Manusia terdiri dari jasad dan ruh. Jasmani
seperti kepala, tangan, kaki perut dan sebagainya yang bisa diindra oleh mata.
Unsur kedua adalah Ruh, manusia memiliki ruh untuk menggerakkan semua jasad
tadi. Apabila ruh telah hilang dari manusia. “Innalillahi wa inna Ilaih
Raji’un.” Kembali ke layar. Jadi Hati jismani ibarat Jasad pada manusia,
dan Hati Ruhani ibarat Ruhnya.
Belum paham? Ya udah kita ambil contoh lagi, pernah dengar
ungkapan, Aku jatuh hati padamu? Hatiku hancur berkeping-keping dikhianati atau
ditinggalkan. Hati dari dua pernyataan tersebut bermakna Hati ruhani. Tidak mungkin
kan Hati jasmani yang dimaksud. Itu menandakan, hati ruhani itu nyata adanya.
Tanpaknya sudah jelas perbedaan dari kedua Hati tersebut. Kita lanjutkan.
Peran hati (Hati Ruhani) dikehidupan manusia sangatlah
urgent. Dialah yang memanusiakan manusia. Maksudnya, manusia bisa dikatakan
manusia jika memiliki hati, hal ini jelas dalam kitab suci al-Qur’an menyatakan,
“… Mereka memiliki Hati namun tidak digunakan untuk memahami ayat-ayat Tuhan
… Mereka itu seperti hewan bahkan lebih rendah dan sesat lagi daripadanya”
Beralih ke dunia lain, maksudnya tempat persinggahan setelah
dunia, yaitu hari perhitungan segala perbuatan manusia. Hati di waktu itu juga
berperang sangatlah penting. Dialah merupakan salah satu penolong bagi si
empunya dalam memasuki surga keabadian penuh nikmat. Hal ini juga dinyatakan
dalam firman-Nya;
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna. Kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan Hati yang bersih.”
Dari sini kita sudah mengetahui betapa penting dan berharga
sebongkah daging yang disebut hati itu. Sesuatu yang berharga tentu akan dijaga
dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar tidak sakit atau pun berkarat. Apakah
hati juga bisa sakit? Ya, tentu. Namun kita tidak sedang berbicara tentang Hati
sakit karena putus cinta, bertepuk sebelah tangan ataupun sakit hati karena
pujaan hati dinikahi orang lainnya. Itu sih salah sendiri. Siapa suruh
menunda-nunda mengkhitbah.
Gimana cara mengetahuinya? Coba kita cek dengan beberapa
pertanyaan dibawah ini:
- Apakah Anda merasa tak nyaman melihat orang lain melihat memperoleh nikmat?
- Apakah Anda merasa berat untuk membantu sesama, baik dari segi materi maupan tenaga?
- Apakah Anda sering menunda-nunda berbuat baik?
- Apakah Anda susah mengontrol emosi?
- Apakah anda putus asa jika ditolak atau di tinggal nikah?
Jika salah satu atau beberapa pertanyaan diatas ada yang
jawabannya “YA” Berarti kita terdignosa terkena penyakit Hati. Namun tenang
saja, segala penyakit pasti ada obatnya. Pernah dengat lagu Opik yang berjudul “Tombo
Hati?” Ya, Dilagu tersebut disebutkan. Silakan didengarkan.
#OneDayOnePost
#April 13, 2016
#April 13, 2016






waduh, makasih nih ttf bahasan hatinya
BalasHapussama-sama mba
Hapuswaduh, makasih nih ttf bahasan hatinya
BalasHapusTerimakasih tulisannya untuk intropeksi diri
BalasHapussama-sama ...
HapusJadi introspeksi diri nih...hehe
BalasHapusMuhasabah diri. Lalu nangis guling-guling. Nah loh, apa loh.
BalasHapusTak apa... kembali ke layar. :)
ha,,, ha,,,
HapusJadi merasa masih berlumur dosa saya
BalasHapusayo segera mandi mas ... wkwkw
HapusJadi pada pengakuan dosa neh gara-gara baca postingan mas rahim yang ini..😂😂😂
BalasHapus