Dear Diary
Hari
ini senin, hari pertama aku kuliah. Kau tahu Diary? diriku senang banget, hari
ini bisa belajar, bisa bertemu dengan wajah-wajah baru. Sepertinya mereka punya
tujuan sama denganku. “Mengejar impian”. Pernah dengar kan Diar ungkapan ini? “Dengan
belajar mendekatkan jarak antara
pembelajar dan impiannya” Aku pernah dengar gitu. Benar nga ungkapan itu, Diary?
Apa? Benar? Hmn … sudah kuduga kamu sependapat dengan pernyataan itu.
Diary,
kamu tahu nga? tadi pagi aku terlambat masuk kelas. Sial banget, baru pertama
kuliah sudah terlambat. Aku akui diriku memang salah sih, bukannya nanya sopir
angkotnya, E … malah langsung naik aja. ternyata angkot bukan ke arah kampus
malah ke arah yang lain.
Sikapku
Sotoi banget kan, Diar? Akhirnya,
aku mutar-mutar dulu deh baru sampai kampus.
Sebenarnya Diar, aku Sotoi gitu, karena aku pernah dengar kalau berada
pada lingkungan baru, jangan terlihat seperti orang baru, bersikaplah
biasa-biasa saja agar tidak diganggu orang yang jaim. Jadi gitu, Diar, salah ya
kalau gitu?
Sampainya
di kelas, pembelajaran sedang berlangsung Diar. Aku gugup sekali, keringat
dingin keluar, serasa malaikat pencabut nyawa siap menyeret roh dari jasadku. Serem
deh. Setelah mengumpulkan sedikit keberanian, perlahan aku buka pintu kelas lalu mengucapkan
salam. Kamu tahu Diar apa yang terjadi? Suasana tiba-tiba hening mencekam. Semua
bola mata tertuju padaku. Aku hanya berusaha mensenyumkan wajah sambil
mengedarkan pandangan ke teman satu kelas. Aku rasa senyumku begitu ambar pada
saat itu, Diar. Tapi aku nga peduli lagi. Aku sangat malu Diar … ingin rasanya
aku teriak.
Tapi
untunglah Diar, dosennya baik, ia tak memarahiku yang terlambat. Aku disuruh
duduk di kursi kosong urutan ketiga dari depan dekat jendela. Tak basa-basi aku
pun langsung menuju kursi kosong itu. Namun Diar, setelah mendekati kursi
kosong itu, diriku begitu kaget atau mungkin lebih tepatnya sangat gembira.
Ternyata
yang duduk disampingku seorang cewek. Wah
… ayu benar wajahnya Diar, ia tersenyum padaku, tanpak lesung menghiasi pipinya,
bibirnya yang tipis dengan hidung yang imut membuat hatiku serasa berhenti
sejenak. Alisnya hitam pekat, tak kalah deh dengan Aisyah-nya Fahri di film AAC.
Rasa gugupku seketika hilang. Aku sangat gembira, Diar, aku berharap besok di
kuliah bertemu gadis itu lagi. Do’akan ya! Supaya besok bisa kenalan dengannya,
Ok. Sudah dulu ya Diar, besok aku cerita lagi, jangan bosan dengar ceritaku. See
u
#OneDayOnePost
#26 April 2016
#26 April 2016






Dear diary..😊
BalasHapusHari ini terlambat, nyesel, besok terlambat lagi hahaha mahasiwa 😂😂
BalasHapusmantap ^_^..sekedar saran kata "diriku senang banget" "bangetnya" menurut saya lebih enak pake kata sekali aja hehe
BalasHapusmaafkan aku yang sotoy ini hhe
Nga.. Pp mba.. Makasih masukannya.. He..
Hapuscieee deket cewek :D
BalasHapusdi kelasnya jd fokus sm cewek yaa, hehehehe
BalasHapusNga juga mba.. Itu cuma bonus aja.. Haa
Hapusehm,,, besok lagi berangkat kuliah niatnya ketemu cewek itu, *eh..hehe
BalasHapusIya didoakan biar ketemu sama cewek itu lagi...hehe
BalasHapusdapat obatnya ya mas..
BalasHapusIya.. Mba.. He..
BalasHapus