Dikejar Masa Lalu

Semilir angin membelai lembut wajah dan rambut laki-laki berperawakan melayu itu. sedari tadi, ia hanya terdiam memandang kosong jauh ke depan sungai. Menurutnya, sungai Nil adalah tempat cocok untuk mengobati apa yang menggelayuti hati dan fikiran.

Kerlap-kerlip pantulan cahaya dari gedung-gedung menjadikan sungai Nil indah di malam hari. Saat senja juga indah. Tapi menurutnya, keduanya memiliki sihir sendiri-sendiri. Langit pun cerah tak berawan, seolah memberikan kesempatan para bintang berpentas memamerkan cahaya kerlipannya.
Suasana begitu indah dan menawan. Lain lagi yang dirasakan laki-laki itu. Semua keindahan di sekitar tak diindahkan. Semua serasa ambar tak bermakna, ibarat teh tanpa gula. Tatapan hanya menatap kosong menerawan ke suatu masa. Suatu tempat di belahan dunia lain. Mata berkaca-kaca, seperti sebentar lagi akan turun hujan.
“Farhan  … “ Ni minumannya. Kata jack menyodorkan minuman yang baru saja dibelinya. Dengan cepat Farhan membasuh kelopak matanya agar tak kelihatan sembab.
“E … ada apa bro, kok mata merah gitu, habis nangis, ya? Rupanya kesedihan Farhan terbaca.
“Ng … Nga, tadi habis kelilipan.” Jawab Farhan seraya mengambil sebotol minuman dari tangan Jack.
“Ah … Masa sih, Hmn … kita kan sudah lama berteman, aku perhatikan, sepertinya ada duka teramat berat yang kau pendam selama ini.”
Farhan membuka segel minuman yang diberikan Jack, lalu mengarahkan botol ke mulut. Minuman diteguk teguk demi tegukan dengan mata masih memandang jauh ke depan.
“Hmn … kok diam? tidak bisa cerita ya? Ok, tak apa-apa.
Hening. Obrolan terhenti beberapa detik.
“Aku capek ….“ Farhan menarik nafas lalu dibuang. Ia berharap beban-beban yang ada difikirannya ikut terbuang dengan nafas yang dihembuskan. Ia melanjutkan.
“Aku capek berlari Jack, masa lalu seakan terus memburuku tak pandang waktu dan tempat.” Jack hanya terdiam mendengar Farhan bercerita. Ia mengerti yang dibutuhkan sahabatnya ini. Seorang pendengar yang ingin mendengarkan beban-beban yang senantiasa menghantuinya.
“Kamu tahu jack? Aku kesini, ke Negeri para nabi ini dengan membawa kunci masa lalu untuk kukubur sedalam-dalamnya di padang sahara kota ini, berharap ia tak kutemukan lagi selamanya. Tapi sepertinya aku gagal. Keadaan tak sepeti harapan.” Farhan yang tadinya melihat ke depan sekarang menunduk, ia berusaha membendung air mata yang akan tumpah.
“Aku tak paham dengan perasaanku sendiri, mengapa aku masih rindu dengan seseorang yang tak merinduiku? Berharap dengan seseorang yang senyumnya bukan lagi untukku. Aku lelah berlari dari kenyataan itu bro.”
“Aku jadi teringat sebuah petikan Puisi” kata jack berusaha menetralkan keadaan hati Farhan;

“Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur,

Begitulah cinta bro, banyak kejadian di luar nalar kita. Aku paham kondisi yang kamu alami, Logika dan hatimu senantiasa dalam pergulatan sengit lagi dahsyat. Logika menuntutmu melupakannya karena pedihnya pengkhianatan, sedangkan di sisi lain, ada hati yang masih berharap bersamanya karena kamu masih mencintainya. Namun satu saja saran dariku bro …. “Kata Jack memegang bahu Farhan.
“Berdamailah dengan masa lalumu! Masa lalu tidak untuk dihindari, tidak untuk kau lari darinya, namun masa lalu untuk diikhlaskan. Tentu kamu paham ayat-Nya
“Tak ada satupun daun yang jatuh di muka bumi ini melainkan atas sepengetahuannya.”
Setiap kejadian telah diatur oleh sang Maha pengatur. Yakinlah! Dia menyediakan yang lebih baik dari perempuan masa lalumu. Lebih cantik dan shalehah. Yakinlah!!!”



#OneDayOnePost
#20 April 2015

17 komentar:

  1. benar berdamailah dengan masa lalu. selalu Allah sediakan yang lebih baik sebagai pengganti

    BalasHapus
  2. Weh...selesai juga ya membuat tantangan Minggu ini. Keren!

    BalasHapus
  3. Sepatuuu... buat apa rindu pada orang yang tak merindui kita? Rugi bandar atuuh...

    BalasHapus
  4. Sepatuuu... buat apa rindu pada orang yang tak merindui kita? Rugi bandar atuuh...

    BalasHapus
  5. Keren selalu menghadirkan nuansa Mesir. Jadi tahu

    BalasHapus
  6. Ehm...curahan hati kah?
    Hehe..keren (y)

    BalasHapus
  7. Jadi tahu sekitar sungai nil, sukaaaa

    BalasHapus
  8. Jadi tahu sekitar sungai nil, sukaaaa

    BalasHapus
  9. 👍👍sebuah penerimaan, ikhlaskan..

    BalasHapus
  10. Meski berat kaki melangkah... *halah

    Masa biarlah masa lalu, hhaa

    BalasHapus
  11. Berdamai dan ikhlaskan... hehehe keren...

    BalasHapus
  12. Ya, masa lalu harusnya tidak untuk dimusuhi... ^^

    BalasHapus
  13. Mksih telah berkunjung ... (^_^)

    BalasHapus