slide 1

Selamat Datang

Inilah duniku, dunia yang penuh dengan warna, aku tuliskan warna-warni itu di lembaran keabadian, untuk keabadian.

Anak Tangga

Untuk sampai ke puncak terlebih dahulu harus melewati beberapa tangga-tangga batu, begitu juga dengan impian, untuk sampai kepadanya, harus terlebih dahulu melewati tangga-tangga kesukaran.

Harapan

Selama harapan masih ada, kehidupan akan tetap ada

Beda Tipis

Bahagia atau sedih, susah atau nyaman, cacian atau pujian bedanya tipis, hanya pada sudut pandang kehidupan

Musafir

profesi kita hakikatnya adalah musafir, Safar menuju rumah abadi kita di surga

Musim Panas Cairo

Atmosfer kota Cairo begitu panas. Panasnya membakar kulit-kulit. Suhu hari ini menunjukkan angka 41 derajat Celsius. Padahal ini belum puncak dari musim panas. Biasanya puncak penderitaan berada pada bulan Ramadhan. Suhunya tak ketulungan panasnya, ditambah puasa menahan dahaga selama kurang lebih 16 jam. 16 jam? Apa tak salah? Di Indonesia kan cuma 13 jam? Ya, tak ada yang salah dengan angka 16.

Diary "Pertama Kuliah"

Dear Diary
Hari ini senin, hari pertama aku kuliah. Kau tahu Diary? diriku senang banget, hari ini bisa belajar, bisa bertemu dengan wajah-wajah baru. Sepertinya mereka punya tujuan sama denganku. “Mengejar impian”. Pernah dengar kan Diar ungkapan ini? “Dengan belajar  mendekatkan jarak antara pembelajar dan impiannya” Aku pernah dengar gitu. Benar nga ungkapan itu, Diary? Apa? Benar? Hmn … sudah kuduga kamu sependapat dengan pernyataan itu.

Lupakah Kau?

“Lupakah kau perlakuanmu padaku?”

Setelah ucapan itu keluar menusuk ulu hati, perempuan itu hanya terdiam mematung dengan muka menunduk. Rupanya pertanyaan itu benar-benar telak di ulu hatinya. Perlahan buliran bening menetes setetes demi setetes membahasi tanah. Entah apa yang sekarang dalam benaknya. Mungkinkah ia teringat perlakuannya terhadap seseorang yang ada di depannya 3 tahun silam? seseorang yang pernah memohon dengan mengiba bahkan sampai mengemis-ngemis agar harapan untuk mempersuntingnya diterima.

Perjalanan ke Cairo (Part 2)

Pesawat landing di Bandar udara Kuala lumpur. Setelah keluar dari pesawat, aku tatap sekeliling, wajah-wajah baru mewarnai kornea mataku. Dengan bekal bahasa Inggris yang kumiliki, Aku mulai mencari tempat chek-in melanjutkan perjalanan ke destinasi selanjutnya.

Perjalanan ke Cairo

Setelah melalui berbagai pemeriksaan, mulai dari tiket, Visa dan barang-barang di imigrasi, aku tiba di ruang tunggu bandara. Inilah perjalanan pertamaku ke luar negeri. Jakarta-Kuala Lumpur-Oman-Cairo. Deg-degan, capek, sedih dan gembira berbaur menjadi satu. Tak ada teman maupun kenalan, ditambah pemeriksaan yang begitu ketat semakin membuat dada sesak dan jantung berdenyut kencang.
****

Film Horor (Sudut Lain)

Dari dulu sampai sekarang, yang namanya film horor atau segala sesuatu yang berkaitan dengannya tidaklah kusenangi. Tapi alasannya apa? Ya, aku tak punya alasan. Cuma tak suka saja. Simple. Tentunya, tidak semua pertanyaan punya jodohnya alias jawabannya. Contoh kecilnya, suatu saat aku bertanya kepada teman yang menyukai seorang cewek. Aku bertanya, kenapa kamu suka cewek itu, padahal cewek yang lain banyak? Dia jawab, aku tak tahu. Begitulah kira-kira denganku, aku tak punya alasan mengapa tak suka film horor.

Ketika Modem Rusak

Dua hari berlalu, sepi menjadi teman baik. Malam-malam terasa panjang. Siang berlalu hampa tanpa makna. Sungguh detik-detik kulalui dalam keterpurukan. Semangat hidup kian meredup. Bagai seseorang yang ditinggal sang kekasih, atau seperti seorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Ya, itulah yang aku rasakan. Tidak biasanya diriku segalau ini. Teman-teman yang merasa dekat denganku cukup heran dengan keseharianku akhir-akhir ini. Aku yang biasanya setiap hari cerah ceriah menjalani hari dengan semangat berbara-bara, kini hanya banyak terdiam di atas kasur dengan mata menatap langit-langit dengan tatapan kosong.